Pertanyaan Seputar Pencairan Dana Jamsostek BPJS JHT

Advertisement

Pertanyaan Seputar Pencairan Dana Jamsostek BPJS JHT – BPJS merupakan salah satu lembaga yang bisa dibilang baru, dan berdiri hampir 2 tahun sebagai reinkarnasi dari Jamsostek yang sudah ada sejak lama. BPJS yang resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 2014 ini memang berbeda dengan Jamsostek. Ada banyak peraturan baru yang dirancang sedemikian rupa demi sempurnanya sistem dari BPJS

Mengingat usia BPJS TK yang masih baru, maka berawal dari sinilah sering muncul beberapa pertanyaan dari para peserta BPJS terkait proses pencairan JHT BPJS TK. Dalam kenyataannya dilapangan tak sedikit pula para peserta BPJS selalu mengajukan pertanyaan yang sama terkait pencairan dana JHT BPJS TK ini. Mereka bingung dengan perubahan kondisi hidup yang dialaminya. Berbagai kondisi yang sering membuat mereka bingung ialah ketika mereka pindah rumah, merubah KTP, kehilangan dokumen, cacat permanen dan lain sebagainya.

pertanyaan seputar pencairan dana JHT

pertanyaan seputar pencairan dana JHT

Kapan BPJS JHT bisa dicairkan?

1 bulan setelah resign bekerja, bila berhenti tanggal 1 januari berarti bisa di cairkan pada 1 februari.

Apakah bisa mencairkan uang JHT dimana saya baru bekerja selama 2 tahun?

Tentu saja bisa. Anda masih bisa mencairkan saldo JHT meski Anda baru bekerja selama 2 tahun. Anda bisa berpedoman pada perubahan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 46 th 2015 menjadi Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 tahun 2015. Meskipun begitu, ada syarat tertentu yang harus Anda penuhi yakni Anda sudah tidak bekerja selama 1 bulan.

Apakah bisa mencairkan kepemilikan 2 kartu Jamsostek sekaligus?

Sangat bisa, namun dengan syarat kedua kartu tersebut sudah tidak aktif lagi dan kartu yang Anda miliki tersebut sudah dilengkapi dengan  Paklaring/Surat Keterangan Sudah Berhenti Bekerja/surat tembusan.

Baca juga:  Cara Daftar BPJS Kesehatan Terbaru Online dan Offline 2017

Bagaimana cara mengetahui kartu Jamsostek saya masih aktif atau tidak?

Ketika Anda telah memutuskan untuk berhenti bekerja dari sebuah perusahaan, seharusnya kartu BPJS TK Anda sudah tidak aktif lagi sebab tak ada masukan dari iuaran rutin dari perusahaan. Namun di beberapa kasus sering terjadi kartu masih saja aktif meskipun peserta sudah berhenti bekerja. Hal ini bisa terjadi karena iuran bulanan ada yang masih di bayar. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mendatangi langsung kantor BPJS TK untuk menanyakan keaktifan kartu BPJS Anda.

Bagaimana cara menonaktifkan kartu BPJS TK?

Terkait hal ini, Anda diwajibkan mendatangi perusahaan tempat Anda bekerja dulu. Mintalah pada perusahaan tersebut untuk menutup akun BPJS dan berhenti membayar iuran bulanan.

Pertanyaannya, apakah kartu BPJS yang lama masih bisa dicairkan?

Saya mempunyai 2 kartu BPJS TK dari perusahaan yang berbeda. Kartu pertama saya dari perusahaan yang lama sudah non aktif, sementara kartu BPJS TK kedua dari perusahaan baru yang sekarang menjadi tempat saya bekerja.
Apabila kondisinya demikian, yakni Anda yang masih bekerja di perusahaan baru dan telah memiliki kartu BPJS yang baru pula, maka uang JHT dari kartu kepesertaan lama  belum bisa dicairkan. Hal ini karena syarat pencairan JHT 100% ialah sedang tidak bekerja di perusahaan manapun.

Jika Kartu BPJS TK hilang, apakah saya masih bisa mencairkan JHT?

Tentu saja bisa, namun Anda harus segera mengurus surat pengganti kartu peserta yang hilang dari kantor kepolisian. Cantumkan nomor kartu peserta BPJS dalam surat keterangan kehilangan tersebut. Nomor kartu BPJS TK ini bisa Anda lihat di slip laporan saldo JHT yang setiap tahun akan di berikan oleh perusahaan tempat Anda bekerja dulu. Bagaimana jika slipnya hilang? Tanyakan ke perusahaan tersebut atau bisa ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga:  Prosedur Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit

Apakah saya bisa mencairkan JHT tanpa Paklaring?

Tidak bisa, Paklaring merupakan salah satu dokumen wajib yang harus dibawa saat Anda akan mencairkan dana JHT. Namun sebenarnya tak harus Paklaring, Anda juga bisa menggunakan Surat Keterangan Berhenti Bekerja, Surat Pengunduran Diri, Surat Pemberhentian Kerja. Jadi kita memang harus membawa surat pembuktian bahwa kita pernah bekerja dan sudah berhenti diperusahaan tersebut dengan mencantumkan tanggal mulai dan berhenti bekerja.

Bagaimana jika tidak punya Paklaring?

Jika Anda tidak punya Paklaring/Surat keterangan berhenti bekerja,

Anda wajib meminta lagi surat paklaring ke perusahaan tempat Anda bekerja dulu dan jika perusahaan tempat Anda bekerja dulu sudah tutup, maka Anda bisa meminta surat ini dari Disnaker di tempat Anda.

Apakah bisa mencairkan JHT menggunakan KTP baru, sementara saya dulu mendaftar BPJS TK dengan KTP lama?

Tentu saja bisa, untuk mencairkan JHT memang membutukan KTP yang masih berlaku. Hal ini akan terlihat konyol apabila pekerja yang telah menjadi peserta BPJS TK ini selama 15 tahun namun diwajibkan membawa KTP lama yang sudah tidak berlaku lagi

Bagaimana jika alamat yang ada di KTP berbeda dengan yang ada di KK?

Jika memang demikian, Anda harus mengurus atau membuat surat pernyataan koreksi beda data dari kelurahan tempat Anda tinggal.

Bagaimana jika saya sudah pindah alamat dan KTP baru saya beralamatkan tempat baru. Apakah bisa mengajukan klaim JHT?

Masih bisa, Syaratnya Anda harus menyesuaikan alamat yang ada di KTP baru itu dengan alamat yang ada di KK (Kartu Keluarga). Pastikan data-data lainnya juga sudah sesuai antara KTP dan KK

Apakah bisa mencairkan JHT di tempat yang berbeda karena pindah rumah?

Bisa, pencairan JHT ini bisa Anda lakukan di kantor BPJS Ketenagakerjaan di sekitar rumah Anda, meskipun Anda sudah pindah rumah.

Baca juga:  Syarat Mendapatkan Program Perumahan BPJS Ketenagakerjaan

Bagaimana jika alamat di KTP dan KK sudah sama, tapi alamat di Paklaring ternya tidak sama?

Hal ini tentu saja bukan masalah, ada banyak peserta BPJS TK yang sengaja membiarkannya selama bertahun-tahun sebagai tabungan. Bukan tidak mungkin lagi saat itu Anda sudah berulang kali pindah alamat rumah.

Apakah saya bisa mewakili pencairan dana JHT?

Tidak bisa, selama peserta BPJS TK yang bersangkutan masih hidup dan tidak cacat permanen, maka Anda tidak bisa mewakili untuk mengambil uang JHT. Jika peserta BPJS TK memang mengalami cacat permanen, maka barulah Anda bisa mewakilkannya, itupun Anda harus membawa surat kuasa dari peserta yang bersangkutan. Selain itu, Anda juga harus membawa surat keterangan sakit permanen dari kedokteran serta buku tabungan dari peserta BPJS TK tersebut.

Itulah sedikit informasi mengenai Pertanyaan Seputar Pencairan Dana Jamsostek BPJS JHT. Semoga dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menjawab kebingungan Anda mengenai masalah pencairan dana JHT. Jika informasi dirasa kurang lengkap, Anda bisa mendatangi langsung kantor BPJS TK di tempat Anda. Semoga bermanfaat

Advertisement

Pencarian:

    cara mencairkan jamsostek tanpa paklaring, cara mencairkan bpjs kesehatan, syarat pencairan jamsostek tanpa paklaring, mengurus jamsostek tanpa paklaring, pertanyaan seputar pencairan saldo jamsostek, tanpa paklaring bisa cairin jamsostek, persyaratan pencairan bpjs di bank bjb, pencairan bpjs 2016, cara mengambil jamsostek tanpa paklaring, cara pencairan bpjs di bank bjb

Share : FacebookTwitterGooglePinterest

Related Post

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Advertise
  • Bisnis Today

  • (X) 2 kali tuk menutup
    Baca ini: Prosedur Klaim BPJS Kesehatan
    Dukung kami dengan like fanspage ×